Aplikasi IT di Siapkan PT TELKOM



Terkait dengan peran serta Telkom sebagai penyedia teknologi informasi terbesar di Indonesia, yang juga mengemban amanah MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia), Telkom berkomitmen menyediakan konektivitas jaringan untuk seluruh kota/kabupaten di Indonesia, memungkinkan keterhubungan sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi di setiap kota/kabupaten tersebut dan tentu saja Indonesia pada umumnya.

“ Sebagai pengemban amanah Pemerintah, Telkom dituntut menyediakan informasi dan layanan publik yang bisa diakses secara online, khususnya untuk layanan kependudukan (e-citizen), perijinan (e-licencing), dan pengadaan (e-procurement)” tambah Bagyo. Ditambahkan Bagyo, sebagai bagian dari tahapan menuju e-government, proses sosialisasi dan edukasi kepada seluruh aparatur pemerintahan menjadi tanggung jawab Telkom, dimana jumlah aparatur pemerintah yang paham teknologi informasi sampai 2014 ditargetkan 80%.
Pertumbuhan ekonomi harus dijaga, sehingga masyarakat Indonesia bisa berkompetisi di kancah pasar global. Untuk Jawa Timur, setelah sebagian besar aparatur pemerintahan dan masyarakatnya paham manfaat teknologi informasi, Bagyo berharap Jatim akan mencapai pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi di Indonesia di tahun 2014 nanti.

“Sebelum semua kota/kabupatennya terkoneksi teknologi informasi, sekarang ini saja kontribusi perekonomian dari Jatim ke nasional sudah mencapai 15%, dibawah Jakarta yang 16%, jika sudah terhubung semua dengan internet, pertumbuhan ekonominya makin kencang, dan Jatim sudah siap berkompetisi di pasar global,” tambah Bagyo. Apalagi, tambah Bagyo, kekuatan ekonomi Jatim terletak di sektor riil, industri, dan pertanian.

Saat ini, Telkom juga gencar merealisasikan program Digital Society dengan mempercepat penetrasi broadband access (internet kecepatan tinggi) ke seluruh lapisan masyarakat di seluruh kota/kabupaten dan propinsi seluruh Indonesia. “Telkom akan memperbanyak penyebaran akses internet, khususnya di titik-titik pelayanan publik sehingga bisa meng-cover publik secara luas. Dengan sosialisasi yang kontinyu, kami harapkan masyarakat Jatim menjadi masyarakat yang kompetitif, dan produktif, bukan lagi hanya konsumtif terhadap teknologi,” tegas Bagyo.